close [x]

Lupa password?

close [x]

close [x]

ARTIKEL SOLUSI PILIHAN

Komix Bagikan Masker untuk Warga Pekanbaru

SOLUSI PASCABENCANA GUNUNG BERAPI

KOMIX, SOLUSI PRAKTIS PEREDA BATUK

ARTIKEL SOLUSI

by Richard Sambera

TENAGA TERJAGA SAAT PUASA

Saat kamu tidak memberikan asupan makanan dalam jangka waktu yang lama, tubuh akan otomatis memasuki fase “puasa”. Dimulai delapan jam setelah makan terakhir atau saat terakhir perut kamu mencerna nutrisi. Puasa jika dilakukan dengan tepat, dapat pula mendatangkan keuntungan kesehatan tubuh.

 

SUMBER TENAGA

Pada kondisi normal, badan kita mengambil tenaga dari glukosa tubuh yang tersimpan di serat-serat otot dan liver (hati). Pada masa puasa, sumber tenaga ini akan terpakai terlebih dahulu, sehingga cepat habis. Berikutnya, setelah tubuh kehabisan glukosa, giliran lemak yang dibakar untuk memberikan tenaga. Jika puasa terjadi pada masa yang panjang, maka tubuh akan mulai menggunakan protein sebagai sumber tenaga. Tubuh mulai mengurai otot dan melepaskan protein yang terkandung di dalamnya. Hal ini adalah yang disebut dengan “kelaparan”, dan inilah alasan mengapa orang-orang yang kelaparan terlihat sangat kurus serta lemah. Akan tetapi, saat kita berpuasa di bulan Ramadhan, hal ini hampir tidak mungkin terjadi karena kita menghentikan puasa setiap hari.

 

Karena puasa Ramadhan hanya dilakukan dari matahari terbit sampai matahari terbenam, energi tubuh kita selalu tergantikan. Hal ini memungkinkan transisi yang aman, dari penggunaan energi utama glukosa ke penggunaan energi sampingan dalam bentuk lemak, tanpa sampai pada fase pengerusakan protein di otot tubuh. Keuntungan penggunaan energi melalui pembakaran lemak tentu saja adalah penurunan berat badan, sekaligus penurunan kadar kolesterol. Tetapi dengan tetap mempertahankan massa otot. Hal ini juga dapat memperbaiki kondisi diabetes dan tekan darah kamu.

 

ATUR ASUPAN

Pengaturan asupan makanan dan minuman yang berimbang saat sahur dan berbuka puasa sangatlah penting. Ginjal bekerja sangat efisien dalam mempertahankan kondisi cairan dan garam, seperti sodium dan potassium, di tubuh kita. Akan tetapi kedua zat ini bisa hilang lewat keringat. Oleh karena itu, untuk mempertahankan daya tahan tubuh selama bulan suci Ramadhan, makanan yang kita makan pada saat sahur dan buka puasa hendaknya mengandung sumber energi yang cukup, seperti karbohidrat dan juga lemak. Dan pola makan sehat pada saat bulan puasa ini, yaitu pola makan berimbang antara karbohidrat, lemak dan protein, sebaiknya terus berlanjut meski puasa telah selesai. Terutama jika Anda ingin mencapai berat dan kondisi tubuh yang ideal.

 

(Richard Sam Bera, mantan perenang nasional Indonesia dan pemimpin redaksi majalah pria nasional)

Kamu harus login untuk mengisi komentar.